Postingan

Filosofi Anak Rantau

Filosofi anak rantau Anak rantau yang baru biasanya akrab sekali Mereka yang sudah lama di rantau cenderung individualis Aduh Gimana nih hidup di rantau? Santai saja Belajar dari filosofi anak rantau Hemat Berkarya Tanah Abang Senen Dan pasar-pasar grosir lain Termasuk pasar gembrong Berjualan online Membaca buku Tuliskan, kirim ke koran-koran Jika tidak minimal di blog seperti ini Tak apa Satu kata Inilah tulisan kita Karya kita Daripada plagiat Anak rantau Awal harus siapkan kos yang nyaman, murah dan aman Kalo bisa dekat tempat ibadah, perpustakaan, toko buku, toko komik, warkop, warnet, toko pulsa, atm, indomaret, rumah makan padang, warteg dan sarana penunjang lain. Musik jangan terlalu keras Jangan terlalu banyak membeli barang Kecuali sudah memiliki rumah sendiri Jangan terpengaruh begitu dalam kepada wanita Apalagi wanita jalang Habis uangmu, habis waktumu, hilang karyamu, percuma hidupmu, kasihan orang di kampung yang berharap besar padamu Ingat...

Semen Padang

Semen Padang Belum menemukan pengganti Edward Wilson Junior Aduh Terlambat pula Semen Padang merekrut punggawa-punggawa U-19 era Indra Sjafri Tak apa Satu demi satu mulai direkrut Menurut hitung-hitungan Merekrut pemain U-19 otomatis untuk jangka panjang Dan ekonomis serta efektif

Bung Hatta dan 100 Tahun Indonesia

Bung Hatta Koperasi Peran Bung Hatta dalam bidang hukum, militer, politik Cukupkah dengan museum, perpustakaan, monumen, lukisan yang bergambar Bung Hatta Apresiasi kepada pembangun dan perancang bentuk fisik pengenang Bung Hatta Bagaimana mewujudkan Bung Hatta hadir dalam kehidupan kita? Teladani kesederhanaannya Teladani keteguhan hatinya Perjuangannya Diplomasinya Menulisnya Lalu koperasinya? Jangan terlalu banyak yang dibubarkan Bangun lagi Badannya, pikirannya Semoga ketika 100 tahun Indonesia Bung Hatta hidup lagi Nilai-nilai perjuangannya dikagumi dan dipraktekkan kaum milenial